inilah aku dan usaha kecilku

Standard

Nama                                    : Devi Fitri Aryani (0302509037)

Fakultas / Prodi                  : Ekonomi / Akuntansi 2009

Tugas                                   : Jiwa Kepemimpinan,Koorporasi,dan Kewirausahaan

Tema                                    : inilah aku dan analisaku terhadap lingkungan

Judul                                    : Aku dan usaha kecilku

kampus                               : UNIVERSITAS AL-AZHAR INDONESIA


Aku dan Usaha kecilku

Nama saya Devi Fitriaryani, Umur saya sekarang 19 tahun. Saya tinggal bersama kedua orang tua saya dan kakak perempuan saya di Bekasi. Saya adalah anak ke-2 dari 2 bersaudara. Berhubung kakak saya sudah berkeluarga,jadi kami hanya tanggal bertiga. Orang tua saya berasal dari Kuningan,jawa barat. Ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga dan ayah saya adalah seorang kontraktor. Kami adalah keluarga yang harmonis.

Saya adalah seorang anak perempuan yang mandiri walaupun saya anak terakhir namun Orang tua saya mendidik kami agar tidak manja dan dapat mengatur dirinya sendiri secara pribadi tanpa bergantung kepada orang lain. Impian saya sejak kecil ialah menjadi seorang akuntan yang professional dalam menjalankan tugas dan membantu Negara untuk mengatasi krisis ekonomi, serta ingin mempunyai jiwa dan kreativitas yang tinggi agar dapat menjadi seorang euntrepeuner untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan menambah devisa negara. Saya juga mempunyai moto hidup yaitu Jangan menyerah !, I dream, therefor I’am exist..manusia ada karena berusaha. Jadi jangan takut dalam menghadapi rintangan yang kita lewati. Kita yakin kita bisa karena Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya yang berusaha.

Kegiatan saya sehari-hari disibukan dengan kuliah dan kegiatan les bahasa inggris di LiA. Menurut orang tua saya pendidikan adalah modal utama untuk menuju sukses,selain pendidikan faktor yang menunjang adalah kemampuan dan kualitas seseorang dalam mengerjakan sesuatu. Maka dari itu setelah melewati bangku sekolah menengah atas atau SMA, saya ingin berusaha untuk masuk ke perguruan tinggi dengan cara belajar sungguh-sungguh, namun apalah daya,ALLAH telah menunjukan jalan yang terbaik untuk saya. Dan akhirnya saat ini saya sudah menduduki bangku perguruan tinggi UNIVERSITAS AL-AZHAR INDONESIA – FAKULTAS EKONOMI (Akuntansi) semester 3 . Alhamdulillah sampai saat ini saya banyak mendapatkan pelajaran baik itu agama maupun ilmu yang sesuai dengan jurusan saya.

`      Selain kegiatan tersebut, saya juga membantu ayah saya dalam mengerjakan pekerjaan beliau. Seperti membuat laporan keuangan perusahaan membuat jumlah persentasi pekerjaan serta urusan administrasi lainnya. Ayah saya sering mengajak saya untuk menghadiri tender perusahaan,dengan begitu saya dapat mengenal beberapa rekanan ayah saya,dan mendapatkan pengalaman dalam memasuki dunia pekerjaan.

Saya juga suka mengumpulkan barang-barang yg sudah tidak di pakai contohnya seperti kertas-kertas,dan barang-barang bekas yang masih bisa di daur ulang. Kertas-kertas tersebut bisa saya kilokan jika banyak. Saya juga menbuat tong sampah dengan lukisan abstrak yang menarik untuk membedakan mana sampah organik dan sampah nonorganik.Sehingga pembantu saya tidak sembarangan membuang sampah dan pemulung sampah dapat dengan mudah menemukan sampah-sampah yang masih bisa di daur ulang. Kegiatan kerja bakti di sekitar rumah saya juga hampir setiap minggu di adakan, agar terhindar dari segala penyakit dan lingkungan menjadi bersih dan rapih.

Pernah suatu hari di saat liburan sekolah menjelang. Saya dan keluarga pulang kampung, itu merupakan rutinitas kami menjelang idul fitri. Kegiatan saya dan sodara-sodara saya di sana adalah menunggu buka puasa dengan cara “ngabuburit”. Di sana masih terlihat pegunungan dan sawah yang terbentang luas dengan padi yang menguning. Awalnya kami hanya ingin bermain di sawah saja, namun tak sengaja saya melihat seorang nenek yang sedang mengambil daun pandan yang panjang. Kemudian saya dan sodara saya menghampiri nenek tersebut. Akhirnya kami pun penasaran untuk apa daun pandan itu. Akhirnya kami pun berencana untuk membantu nenek tersebut. Setelah selesai kami dan nenek membawa daun pandan yang di ambil tadi menuju ke rumah nenek. Sesampainya di rumah, kami pun melihat-lihat rumah nenek tersebut. Rumah yang cukup sederhana yaitu rumah bilik beratap jerami. Di rumah tersebut kami menemukan seorang kakek yang sedang menganyam daun pandan yang sudah di jemur hingga kering. Dan ternyata daun pandan yang berukuran panjang dan lebar itu untuk membuat tikar. Akhirnya kami pun membantu kakek untuk menganyam itu pun sebisa kami, model dan ukuran tergantung panjangnya daun. Ada yang membuat tikar dan ada juga yang membuat kerai sebagai pembatas dinding yang di hiasi dengan pernak-pernik kerang. Kami cukup antusias untuk membuatnya selain mudah kami pun mendapatkan pengetahuan dari seorang nenek dan kakek. Semakin banyak yang membuat semakinj cepat jumlah tikar dan kerai yang telah selesai di buat. Biasanya tikar-tikar ini di jual di sekitar kota tepatnya pinggiran jalan raya agar banyak peminatnya. Akhinya kami pun ikut berjualan di kota kuningan, jawa barat tepatnya. Satu tikar dan satu kerai di jual dengan harga Rp.50.000, bayangkan harga tersebut tak sebanding dengan usaha mereka. Namun jika harga tersebut lebih mahal, mungkin jualan kakek tidak akan laku. Berhubung banyak yang mudik maka dagangan’nya si kakek terjual habis. Ternyata banyak yang menyukai tikar yang di buat kakek. Alhamdulillah berkat kerja keras mereka, 3 tahun kemudian kakek mendirikan sebuah toko di dekat kota, walaupun kecil namun di situlah mata pencaharian mereka di dapat.

Semenjak mendapatkan ilmu dari kakek dalam menghadapi hidup dan kreativitas yang tinggi, maka saya pun lambat laun mendapatkan ide atau kreativitas yang baik. Namun tidak seperti kreativitas kakek. Usaha saya adalah mendaur ulang kertas-kertas yang sudah tidak terpakai menjadi sesuatu yang terlihat unik dan menarik. Berhubung saya sering mengumpulkan kertas yang sudah tidak terpakai maka saya pun tidak sengaja membuat kreasi yang unik. Dari kertas tersebut saya dapat menggabungkan warna-warna yang menarik untuk membuat bingkai foto, maupun buku Diary. Hasil kreasi yang saya buat, saya kasih ke kakek untuk menilainya. Dan ternyata kakek suka dengan hasil usaha saya, maka dari itu kakek pun menyuruh saya untuk menjual hasil kreasi saya di gallery’nya. Akhirnya kami pun bergabung untuk mendirikan usaha tersebut dengan omset yang cukup banyak. Dari semenjak itu pelanggan kami semakin bertambah khususnya bagi kalangan muda sampai orang tua. Dan alhamdulilah usaha kami berjalan selama 2 tahun dan uang hasil usaha saya,sebagian saya kasih ke kakek dan sebagian lagi di tabung. Namun setelah itu tidak lama kemudian kakek mengalami sakit yang amat parah sehingga semua stok terbatas, dan tidak ada lagi yang menjalankan usaha tersebut dikarenakan nenek tidak sanggup untuk membuat tikar dengan jumlah yang cukup banyak, sedangkan saya di Jakarta sibuk untuk menghadapi ujian akhir sekolah dan masuk perguruan tinggi. Maka dari itu gallery kakek pun semakin sepi sampai tidak ada lagi pembeli dan akhirnya nenek memutuskan untuk menjual’nya kepada orang lain untuk membiayai rumah sakit dan lain-lain tanpa sepengetahuan saya. Tidak lama kemudian kakek pun meninggal dunia,,dan 2 tahun kemudian nenek pun menyusul sang kakek ke surga . Tapi sampai saat ini saya masih menjalankan usaha saya dengan mendaur ulang kertas, namun tidak untuk di jual. Karena jumlah yang cukup sedikit dan saya pun sibuk dengan mengerjakan tugas-tugas dan kuliah. Sehingga waktu saya amat sangat sedikit untuk membuat usaha saya. Mungkin saat ini saya masih membutuhkan proses yang matang untuk menjalankannya. Harapan saya kedepan adalah dapat memanag dan mendirikan usaha saya dengan sebaik-baiknya dan mengembangkannya. Serta menjadi seorang akuntan di perusahaan ternama di Indonesia. Walaupun cita-cita saya ini amat sangat tidak sesuai, namun saya ingin tetap berusaha untuk menggapainya.

Itulah pengalaman saya yang dapat memotivasi saya agar terus berusaha, dan lebih berusaha lagi demi mencapai suatu kesuksesan. saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat salah kata maupun salah ucap dan sebagainya, Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s